Semua Artikel

Morula Indonesia Gandeng Monash University, Hadirkan Klinik Fertilitas Internasional di BSD City

Admin
21 Sep 2026
Share Facebook Twitter WhatsApp
Article placeholder

Morula Indonesia, Jalin Kerjasama dengan Monash University Hadirkan Klinik Internasional Baru di BSD City untuk Mendorong Layanan Fertilitas dan Transparansi Hasil yang Lebih Baik Kerja sama dengan Monash University dalam pengembangan sistem pemantauan hasil program IVF serta pembukaan Morula International Fertility Clinic (IFC) menjadi bagian dari langkah strategis Morula Indonesia untuk mengukur hasil perawatan secara lebih komprehensif sekaligus menghadirkan layanan fertilitas dengan standar internasional.   JAKARTA, INDONESIA, 18 September 2026 — Morula Indonesia menjalin kolaborasi dengan Education Program in Reproduction and Development (EPRD), Monash University, untuk pengembangan sistem pemantauan hasil […]

Screenshot 2026 09 21 171908Morula Indonesia, Jalin Kerjasama dengan Monash University Hadirkan Klinik Internasional Baru di BSD City untuk Mendorong Layanan Fertilitas dan Transparansi Hasil yang Lebih Baik

Kerja sama dengan Monash University dalam pengembangan sistem pemantauan hasil program IVF serta pembukaan Morula International Fertility Clinic (IFC) menjadi bagian dari langkah strategis Morula Indonesia untuk mengukur hasil perawatan secara lebih komprehensif sekaligus menghadirkan layanan fertilitas dengan standar internasional.  

JAKARTA, INDONESIA, 18 September 2026 — Morula Indonesia menjalin kolaborasi dengan Education Program in Reproduction and Development (EPRD), Monash University, untuk pengembangan sistem pemantauan hasil IVF berbasis data dari jaringan klinik fertilitas Morula di Indonesia. Kolaborasi ini diumumkan bersamaan dengan pembukaan Morula IFC di Biomedical Campus, BSD City.

Kedua inisiatif tersebut menjadi bagian dari komitmen Morula Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas layanan fertilitas dengan hasil perawatan yang semakin transparan. 

Mengukur Keberhasilan Kehamilan Secara Lebih Menyeluruh 

Satu rangkaian program IVF dapat melibatkan satu kali stimulasi ovarium dan pengambilan sel telur, yang kemudian diikuti oleh beberapa kali transfer embrio, baik transfer embrio fresh maupun transfer embrio frozen pada waktu yang berbeda. 

Saat ini, keberhasilan kehamilan masih banyak dilaporkan berdasarkan setiap transfer embrio. Melalui pendataan hasil program IVF yang dipantau dalam jangka panjang bersama Monash University, seluruh embrio yang dihasilkan dari satu kali proses pengambilan sel telur akan dipantau hingga kemungkinan terjadinya kelahiran hidup. Dengan pendekatan ini, proses pengambilan sel telur hingga seluruh transfer embrio berikutnya akan dilihat sebagai satu rangkaian lengkap siklus Assisted Reproductive Technology (ART).  

Secara bertahap, pendataan ini akan mengevaluasi: 

  • Angka kelahiran hidup kumulatif dari satu siklus ART lengkap; 
  • Kelahiran hidup setelah transfer embrio fresh dan transfer embrio frozen berikutnya; 
  • Hasil berbagai kelompok pasien yang berbeda; serta 
  • Waktu dan jumlah tahapan pemeriksaan yang dibutuhkan hingga tercapainya kelahiran hidup. 

Sistem pelaporan fertilitas di Amerika Serikat, Inggris, dan Australia telah menggunakan kelahiran hidup sebagai salah satu indikator utama keberhasilan, meskipun metode perhitungannya berbeda-beda. Melalui pendataan ini, Morula dan Monash berharap dapat berkontribusi dalam mendorong diskusi yang lebih luas mengenai bagaimana hasil IVF sebaiknya diukur dan dilaporkan secara nasional. 

“Bagi pasien, pertanyaan yang penting bukan hanya apakah satu kali transfer embrio menghasilkan kehamilan, tetapi seberapa besar peluang mereka pada akhirnya dapat mencapai kelahiran hidup dari keseluruhan rangkaian pemeriksaan yang dijalani,” ujar Dr. Mulyoto Pangestu, Dosen EPRD, Department of Obstetrics and Gynaecology, School of Clinical Sciences at Monash Health, Faculty of Medicine, Nursing and Health Sciences, Monash University. 

“Kehamilan merupakan salah satu tonggak penting, tetapi pada akhirnya keluarga menjalani pemeriksaan fertilitas dengan harapan dapat memiliki buah hati,” ujar Dr. dr. Ivan Rizal Sini, GDRM, MMIS, MBA, FRANZCOG, SpOG CEO PT Morula Indonesia sekaligus Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk. “Melalui kolaborasi dengan Monash University, kami berharap dapat berkontribusi dalam menghadirkan bukti ilmiah yang lebih kuat, transparansi yang lebih baik, serta mendukung pengambilan keputusan dalam layanan fertilitas di Indonesia.” 

Kehadiran Klinik Fertilitas Internasional Terbaru 

Berbekal pengalaman selama 28 tahun dalam layanan fertilitas di Indonesia, Morula IFC hadir sebagai pusat fertilitas seluas 1.200 meter persegi yang dirancang secara khusus di kawasan Banten International Education, Technology and Health Special Economic Zone, BSD City. 

Kehadiran Morula IFC memperluas akses terhadap layanan fertilitas lanjutan bagi keluarga di wilayah Tangerang Raya (Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan), Banten, serta kawasan barat Jabodetabek. 

Laboratorium Morula IFC dipimpin oleh Scientific Director Audrey Wei, embriolog klinis asal Australia dengan pengalaman internasional lebih dari 20 tahun, bersama Prof. Arief Boediono, PhD Group Scientific Director Morula Indonesia. 

Kolaborasi klinis turut melibatkan Dr. Lihong Geng, Chief Medical Quality Control Officer dari Jinxin Fertility Group yang terdaftar di Bursa Hong Kong, sebagai bagian dari jaringan kolaborasi internasional Morula. 

Tim manajemen Morula IFC memiliki pengalaman di sektor layanan kesehatan di berbagai negara, termasuk Australia, China, India, Malaysia, Singapura, dan Amerika Serikat. Tim pelayanan pasien juga memiliki kemampuan multibahasa dalam Bahasa Indonesia, Inggris, Mandarin, Jepang, dan Vietnam. 

Pelayanan di Morula IFC mengacu pada konsep Morula 360° Fertility Care, yaitu model pelayanan terintegrasi dan berpusat pada pasien yang menghubungkan tim medis, keperawatan, embriologi, farmasi, serta tim pendamping pasien sejak konsultasi pertama hingga seluruh rangkaian pemeriksaan. 

Model pelayanan tersebut didukung oleh laboratorium IVF berteknologi modern yang berada di lokasi klinik, fasilitas penyimpanan kriopreservasi khusus dengan pemantauan selama 24 jam setiap hari, serta area konsultasi, konseling, dan ruang tunggu yang dirancang untuk memberikan privasi, kenyamanan, dan kesinambungan pelayanan sepanjang perjalanan fertilitas pasien. 

“Menjadi klinik berstandar internasional bukan semata-mata tentang dari mana keahlian kami berasal,” ujar Naveen K. Mantha, Deputy CEO Morula Indonesia. “Yang terpenting adalah bagaimana kami menggabungkan pengalaman global dan standar operasional yang kuat dengan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan keluarga Indonesia, kemudian menerapkannya secara konsisten di setiap tahap perjalanan fertilitas.” 

Membangun Kepercayaan yang Lebih Baik terhadap Layanan Fertilitas 

“Indonesia memiliki tenaga klinis dan scientists yang kompeten, serta pengalaman puluhan tahun dalam layanan fertilitas,” ujar Dr. Ivan. “Langkah berikutnya adalah memperkuat fondasi tersebut melalui data yang lebih baik, hasil perawatan yang lebih transparan, serta kolaborasi internasional yang semakin erat. Dengan cara inilah kami dapat terus memperkuat kepercayaan terhadap layanan fertilitas di Indonesia.” 

Tentang Morula Indonesia 

PT Morula Indonesia merupakan salah satu penyedia layanan fertilitas terkemuka di Indonesia dan bagian dari PT Bundamedik Tbk. 

Didirikan pada tahun 1998, Morula Indonesia saat ini memiliki 11 pusat fertilitas yang tersebar di Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali, serta didukung oleh dokter spesialis fertilitas berpengalaman, tim embriolog, serta jaringan klinis dan operasional yang telah terbangun secara luas. 

Tentang Education Program in Reproduction and Development (EPRD) 

Education Program in Reproduction and Development (EPRD) merupakan program pendidikan pascasarjana dari Department of Obstetrics and Gynaecology, School of Clinical Sciences at Monash Health, Monash University. 

EPRD merupakan salah satu program pendidikan terbesar di dunia bagi embriolog dan ilmuwan reproduksi, dengan lebih dari 500 alumni yang kini berkarya di berbagai negara dalam bidang embriologi klinis, ilmu reproduksi, kesehatan reproduksi manusia, reproduksi hewan, dan konservasi. 

Program ini memadukan pendidikan pascasarjana, penelitian, dan pelatihan profesional untuk mendukung pengembangan generasi berikutnya dari para profesional di bidang kesehatan reproduksi. 

 

Share Facebook Twitter WhatsApp

Artikel Terkait

Press release Morula IVF Goes to Kupang

Morula IVF Goes to Kupang

Admin
30 Apr 2026

Kabar baik ini dibalut dalam acara penuh kehangatan bertajuk “Morula Goes to Kupang Grand Launching Layanan Bayi Tabung Pertama di NTT” yang akan digelar pada Sabtu, 25 April 2026 di…

Selengkapnya
Press release Pasangan Public Figure Oliva Allan dan Denny Sumargo, Berbagi Moment Sukses Hamil dengan Teknologi PGT-A di Morula IVF

Pasangan Public Figure Oliva Allan dan Denny Sumargo, Berbagi Moment Sukses Hamil dengan Teknologi PGT-A di Morula IVF

Armand
11 Jul 2024

  Jakarta, 7 Juli 2024 – Pasangan public figure Denny Sumargo dan Olivia Allan saat ini tengah berbahagia menunggu kelahiran buah hati, calon anak pertama mereka, yang rencananya akan hadir…

Selengkapnya
Press release PermataBank dan Morula IVF Indonesia Bersinergi: Solusi Pembiayaan untuk Kehadiran Buah Hati

PermataBank dan Morula IVF Indonesia Bersinergi: Solusi Pembiayaan untuk Kehadiran Buah Hati

Armand
20 Jun 2024

Jakarta, 14 Juni 2024 – ⁠ PermataBank mengumumkan kemitraannya berupa fasilitas pembiayaan berbasis syariah melalui produk PermataKTA iB Multiguna dengan Morula IVF Indonesia, salah satu penyedia layanan fertilitas terpadu terbesar…

Selengkapnya