Menanti kehadiran buah hati selama 18 tahun bukanlah perkara mudah. Hal inilah yang dialami oleh pasangan Dad Anton Nugroho (50) dan Mom Ima (44). Setelah melewati perjalanan panjang, kegagalan berulang, hingga tantangan kesehatan, mereka akhirnya berhasil memeluk buah hati melalui program kehamilan Jakarta yang dijalani di Morula IVF. Perjalanan Panjang dan Tantangan Medis Kisah […]
Menanti kehadiran buah hati selama 18 tahun bukanlah perkara mudah. Hal inilah yang dialami oleh pasangan Dad Anton Nugroho (50) dan Mom Ima (44). Setelah melewati perjalanan panjang, kegagalan berulang, hingga tantangan kesehatan, mereka akhirnya berhasil memeluk buah hati melalui program kehamilan Jakarta yang dijalani di Morula IVF.
Perjalanan Panjang dan Tantangan Medis
Kisah mereka dimulai pada tahun 2011 ketika Mom Ima sempat hamil secara alami namun mengalami kehamilan di luar kandungan. Setelah menjalani operasi laparatomi, mereka mulai berkonsultasi dengan dokter fertilitas jakarta dan mencoba metode inseminasi buatan jakarta, namun belum membuahkan hasil.
Pada tahun 2015, pasangan ini memutuskan untuk memulai langkah yang lebih serius dengan menjalani proses bayi tabung jakarta untuk pertama kalinya. Meskipun sempat dinyatakan positif, mereka harus menghadapi kenyataan pahit saat janin dinyatakan Blighted Ovum (BO) pada usia 3 bulan.
Menghadapi Kegagalan dengan Teknologi IVF Jakarta
Pantang menyerah, mereka melanjutkan ke klinik IVF jakarta untuk mencoba berbagai metode, mulai dari short protocol hingga long protocol. Tantangan bertambah ketika Mom Ima didiagnosa memiliki masalah pengentalan darah, yang mengharuskannya dirujuk ke dokter spesialis darah agar IVF success rate jakarta meningkat.
Kegagalan demi kegagalan di IVF kedua, ketiga, dan keempat—ditambah masa pandemi COVID-19 yang sempat menurunkan kondisi fisik mereka—tidak mematahkan semangat. Mereka terus memperbaiki kualitas hidup melalui olahraga, diet, hingga sesi akupunktur di klinik kesuburan jakarta untuk mempersiapkan rahim sebelum melakukan Frozen Embryo Transfer (FET).
Keberhasilan di Usia 44 Tahun
Perjuangan ke-5 menjadi titik balik. Di bawah penanganan dokter kandungan IVF jakarta, Dr. dr. Arie Adrianus Polim, M.Sc, DMAS., Sp.O.G, Subsp.F.E.R, mereka menjalani persiapan yang sangat intens. Berkat ketekunan dan kemajuan teknologi Morula IVF jakarta, hasil tes darah menunjukkan angka beta-HCG yang tinggi. Pada usia 44 tahun, Mom Ima akhirnya dinyatakan hamil dan berhasil melahirkan bayi yang sehat.
Mengapa Memilih Morula IVF Jakarta?
Meski banyak tawaran untuk mencoba program di luar negeri, pasangan ini tetap setia pada satu rumah sakit bayi tabung jakarta, yaitu Morula IVF Jakarta. “Banyak orang menyarankan ke luar negeri, tapi dalam pikiran kami, IVF ya di sini saja,” ujar mereka
Pesan untuk Pejuang Garis Dua:
Jangan pernah menyerah meskipun harus membawa alat suntik ke kantor atau menghadapi komentar miring dari sekitar. Dengan jadwal dokter IVF jakarta yang tepat dan dukungan moral yang kuat, impian memiliki buah hati bukanlah hal yang mustahil.