Berikut adalah beberapa layanan tes terkait genomic di Morula IVF Indonesia
Karyotyping
Karyotyping adalah tes yang dilakukan untuk memeriksa jumlah dan struktur kromosom seseorang. Tes ini sering digunakan pada pasangan suami istri yang mengalami masalah kesuburan untuk menentukan apakah ada masalah genetik yang menyebabkan kesulitan dalam memperoleh keturunan. Karyotyping juga dilakukan pada pasangan yang telah menjalani tes kesuburan yang lain tetapi masih belum ditemukan penyebab yang jelas untuk masalah kesuburan mereka. Dalam kasus ini, kedua pasangan akan melakukan tes karyotyping untuk membandingkan kromosom mereka dan menentukan apakah ada kelainan genetik yang dapat menyebabkan infertilitas.
Hasil dari tes karyotyping dapat memberikan informasi yang berguna dalam menentukan opsi pengobatan dan prognosis kesuburan pasangan. Jika pasangan ditemukan memiliki kelainan kromosom, mereka dapat dipertimbangkan untuk menggunakan teknologi reproduksi berbantuan seperti PGS atau PGD untuk meningkatkan kemungkinan keberhasilan dalam program kehamilan. Namun, jika kelainan genetik yang ditemukan sangat serius, maka pasangan dapat dipertimbangkan untuk menggunakan donor sel telur atau sperma.
Carrier Screening DNA
Carrier screening DNA adalah tes genetik yang digunakan untuk memeriksa apakah seseorang adalah pembawa gen kelainan genetik tertentu. Tes ini sering dilakukan pada pasangan suami istri sebelum mereka memutuskan untuk memiliki anak, terutama jika mereka memiliki riwayat keluarga yang menunjukkan adanya kelainan genetik. Dalam tes ini, sampel DNA diambil dari pasangan dan dianalisis untuk mencari kelainan genetik yang dapat diwariskan kepada keturunan.
Carrier Screening DNA dapat memberikan informasi tentang kemungkinan terjadinya kelainan genetik pada keturunan pasangan dan membantu pasangan dalam memutuskan langkah selanjutnya dalam upaya mereka untuk memiliki anak yang sehat.
Jika hasil tes menunjukkan bahwa salah satu atau kedua pasangan adalah pembawa kelainan genetik, maka pasangan dapat mempertimbangkan untuk menggunakan teknologi reproduksi berbantuan seperti PGS atau PGD untuk meningkatkan kemungkinan keberhasilan dalam program kehamilan. Pasangan juga dapat memilih untuk berkonsultasi dengan ahli genetika untuk menentukan risiko terjadinya kelainan genetik pada keturunan mereka dan opsi pengobatan yang tersedia.
NIPT
Non-Invasive Prenatal Testing (NIPT) adalah tes darah yang digunakan untuk mendeteksi adanya kelainan kromosom pada janin yang sedang dikandung. Tes ini dilakukan pada ibu hamil melalui pengambilan sampel darah dari lengan ibu. Sampel darah tersebut kemudian dianalisis untuk mencari DNA janin yang berasal dari plasenta.
NIPT sangat akurat dalam mendeteksi adanya kelainan kromosom pada janin, terutama pada trisomi 21 (Down syndrome), trisomi 18 (Edwards syndrome), dan trisomi 13 (Patau syndrome). Selain itu, NIPT juga dapat mendeteksi adanya kelainan kromosom seks pada janin, seperti Klinefelter syndrome atau Turner syndrome. Tes ini merupakan alternatif yang lebih aman dan akurat dibandingkan dengan tes invasif seperti amniocentesis atau CVS (Chorionic Villus Sampling).