Morula IVF

Efek Berhubungan Saat Haid, Apa Saja Risikonya?

December 15, 2022

Efek Berhubungan Saat Haid, Apa Saja Risikonya?

Berhubungan saat haid menjadi suatu keraguan yang sering terjadi pada sebagian besar wanita. Tidak sedikit yang penasaran mengenai berhubungan saat haid, apakah boleh atau dilarang karena dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Untuk menjawab pertanyaan apakah ada efek berhubungan saat haid, mari simak selengkapnya berikut ini.

Apakah Boleh Berhubungan saat Haid?

Siklus haid memang seringkali memberikan dampak hasrat libido atau seksual pada seorang wanita. Menurut National Center for Biotechnology and Information memberitahu bahwa perubahan progesterone dan estrogen cukup berpengaruh pada libido seorang wanita. Hormon estrogen sering turun saat haid pertama dan mulai tinggi saat hari kedua dan ketiga siklus menstruasi. Lalu, apakah boleh berhubungan saat menstruasi?

Bahaya Berhubungan Saat Haid

Berhubungan saat haid secara medis dibolehkan tetapi ada risiko kesehatan yang dapat dialami. Bahaya yang dapat ditimbulkan ketika berhubungan saat haid seperti meliputi berbagai penyakit yang perlu diwaspadai seperti berikut ini:

1. Rasa Tidak Nyaman

Darah haid biasanya akan mengotori alas tempat tidur apalagi bila mengalami haid yang sedang deras. Selain membuat kotor tempat tidur, menstruasi juga dapat membuat Anda merasa tidak nyaman dan tidak percaya diri. Rasa tidak nyaman ini umumnya dirasakan pada saat haid ketika sedang deras.

2. Infeksi Menular Seksual

Kekhawatiran lainnya saat berhubungan saat haid yaitu dapat terkena infeksi menular seksual. Menurut National Institutes of Health, virus infeksi menular seksual seperti HIV bisa menyebar lebih cepat karena virus ini hidup dalam darah sehingga jika berhubungan dengan dengan wanita yang memiliki darah menstruasi yang terkena infeksi menular seksual maka tubuh akan berisiko terkena infeksi tersebut. Menggunakan kondom ketika berhubungan seks dapat terhindar dari risiko penyebaran infeksi menular seksual.

3. Infeksi Jamur Vagina

Tubuh rentan terkena berbagai infeksi lainnya akibat berhubungan saat haid. Menurut American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), umumnya vagia memiliki tingkat pH 3,8 hingga 4,5 bila tidak sedang menstruasi. Namun, pH meningkat ketika sedang menstruasi dan berisiko terkena jamur vagina. Gejala jamur vagina adalah:

  • Ruam sekitar vagina.
  • Gatal pada vagina dan vulva.
  • Keputihan yang berbau dan encer.
  • Pembengkakan dan kemerahan pada vulva.
  • Iritasi dan terasa terbakar pada vagina terutama saat buang air kecil dan berhubungan intim.

4. Bisa Memicu Kehamilan

Sebagian besar orang mengira jika sedang haid, kehamilan tidak akan terjadi. Nyatanya, berhubungan saat haid juga dapat memicu kehamilan.  Ini lebih rentan terjadi jika siklus menstruasi lebih pendek dan berhubungan menjelang akhir siklus menstruasi. Kemungkinan hamil saat menstruasi bisa saja terjadi meski kecil peluangnya. 

Manfaat Berhubungan saat Haid

Meski masih ada kontroversi, berhubungan saat haid masih aman untuk dilakukan. Dari segi medis, berhubungan saat haid dapat memberikan beberapa manfaat. Simak bermacam-macam manfaat berhubungan saat haid berikut ini.

1. Meringankan kram perut saat haid

Perut kram merupakan gejala PMS langganan kebanyakan wanita yang sedang haid. Kram muncul karena rahim berkontraksi untuk meluruhkan lapisannya. Nah, fakta di lapangan menyebut orgasme bisa meringankan kram saat haid. Ini karena rahim juga ikut berkontraksi saat seks untuk merontokkan jaringannya.

Akan tetapi, Anda tidak akan merasakan sakit yang seperti biasanya karena pikiran sedang terdistraksi oleh nikmatnya seks. Pada saat bersamaan, seks merangsang otak untuk mengeluarkan endorfin. Endorfin merupakan hormon pemberi rasa bahagia yang bisa mengalihkan pikiran dari nyeri.

2. Durasi haid menjadi lebih singkat

Ketika Anda rutin berhubungan intim saat sedang haid, otot rahim akan lebih sering berkontraksi. Kontraksi rahim khususnya akan sangat intens saat orgasme. Kondisi ini membuat jaringan lapisan rahim bisa lebih cepat luruh karena terus dirangsang untuk lepas. Alhasil, durasi haid jadi lebih pendek dari biasanya.

3. Meringankan sakit kepala

Salah satu gejala yang kerap muncul saat sedang menstruasi ialah sakit kepala. Ternyata, berhubungan seks dapat meringankan sakit kepala saat Anda haid. Hal ini dibuktikan oleh penelitian terbitan The Journal of Headache and Pain pada 2017. Wanita haid yang mengalami migrain melaporkan sakit kepalanya terasa lebih ringan setelah berhubungan seks. Meski tidak begitu jelas hubungannya, endorfin  yang diduga berperan kuat dalam hal ini.

4. Seks tidak terasa sakit

Kunci seks yang nikmat tanpa rasa sakit yakni bantuan pelumas pada vagina. Ketika vagina sudah cukup “basah”, penis akan lebih mudah masuk tanpa menimbulkan rasa kesat atau sakit.

Memang, membayangkan darah sebagai pengganti pelumas terkesan menjijikkan. Namun, jangan salah, darah menstruasi yang Anda lihat sebenarnya hanyalah sisa dinding rahim yang luruh.

Biasanya, seseorang hanya akan kehilangan 4–12 sendok teh darah setiap menstruasi. Jadi, santai saja dan yakinkan diri bahwa darah yang mungkin keluar merupakan tambahan pelumas alami yang membuat seks terasa nyaman. Lagipula, segala faktor menjijikkan yang terkait dengan seks akan terabaikan ketika Anda terangsang.

Meskipun berhubungan saat haid juga memiliki manfaat untuk tubuh maka akan lebih baik menghindari kegiatan seksual untuk terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Semoga bermanfaat, ya!

Tetap terhubung dan terinformasi di sini.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut hubungi 150-IVF atau 150-483, Senin – Sabtu pukul 07.00 – 20.00 WIB

Buat Janji

Newsletter

Dapatkan informasi dan tips terbaru dari Morula IVF mengenai program kehamilan dan bayi tabung