Semua Artikel

Amankah Ibu Hamil Konsumsi Obat Mabuk?

Hamzah
10 Feb 2025
Share Facebook Twitter WhatsApp
Amankah Ibu Hamil Konsumsi Obat Mabuk?

Artikel ini telah direview secara medis oleh dr. I Gusti Agung Ngurah Agung Sentosa, M.Biomed. Sp.OG Subsp. FER Selama masa kehamilan, tubuh Moms mengalami berbagai perubahan yang memengaruhi sistem hormon, metabolisme, hingga sensitivitas tubuh terhadap lingkungan. Salah satu efek yang sering dirasakan adalah meningkatnya sensitivitas terhadap pergerakan, yang membuat Moms lebih rentan mengalami mabuk perjalanan. […]

dr. I Gusti Agung Ngurah Santosa Sp.OG Subsp. F.E.RArtikel ini telah direview secara medis oleh
dr. I Gusti Agung Ngurah Agung Sentosa, M.Biomed. Sp.OG Subsp. FER
Button Buat Janji


Selama masa kehamilan, tubuh Moms mengalami berbagai perubahan yang memengaruhi sistem hormon, metabolisme, hingga sensitivitas tubuh terhadap lingkungan. Salah satu efek yang sering dirasakan adalah meningkatnya sensitivitas terhadap pergerakan, yang membuat Moms lebih rentan mengalami mabuk perjalanan. Kondisi ini tentunya membuat perjalanan darat, laut, atau udara menjadi kurang nyaman.

Mengapa Ibu Hamil Rentan Mabuk Perjalanan?

Selama kehamilan, tubuh Moms mengalami peningkatan kadar hormon seperti estrogen dan progesteron. Perubahan hormon ini dapat memengaruhi sistem vestibular di telinga bagian dalam, yang bertanggung jawab untuk keseimbangan dan orientasi tubuh. Akibatnya, Moms mungkin merasa lebih pusing, mual, atau tidak nyaman saat bepergian.

Selain itu, sensitivitas penciuman yang meningkat dan tekanan pada lambung akibat rahim yang membesar juga dapat memperparah rasa mual selama perjalanan.

Apakah Obat Mabuk Aman untuk Ibu Hamil?

Ibu Hamil Konsumsi Obat Mabuk

Sumber gambar: Freepik

Obat mabuk seperti Dramamine (dimenhydrinate) dan Antivert (meclizine) sering digunakan untuk mengatasi mabuk perjalanan. Namun, keamanannya untuk ibu hamil tergantung pada jenis obat, dosis, dan kondisi kesehatan masing-masing.

1. Dramamine (Dimenhydrinate)

Dramamine umumnya dianggap aman untuk digunakan oleh ibu hamil jika diresepkan oleh dokter. Obat ini masuk dalam kategori B oleh FDA, yang berarti penelitian pada hewan tidak menunjukkan risiko pada janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada manusia.

Namun, penting untuk menggunakannya dengan hati-hati dan hanya jika benar-benar diperlukan. Efek samping seperti kantuk dan mulut kering dapat terjadi, sehingga Moms perlu menghindari aktivitas seperti mengemudi setelah mengonsumsi obat ini.

2. Antivert (Meclizine)

Meclizine adalah antihistamin lain yang juga digunakan untuk mengatasi mabuk perjalanan. Sama seperti Dramamine, obat ini juga tergolong aman dengan pengawasan dokter. Namun, penggunaannya tetap harus sesuai dosis yang dianjurkan.

3. Obat Lain yang Harus Diwaspadai

Beberapa obat mabuk yang mengandung bahan aktif tertentu, seperti skopolamin (scopolamine), tidak direkomendasikan untuk ibu hamil karena kurangnya data keamanan dan potensi efek samping pada janin.

Risiko Mengonsumsi Obat Mabuk Selama Kehamilan

Meskipun beberapa obat mabuk dianggap aman, penggunaannya tetap harus diawasi dengan baik. Berikut adalah beberapa risiko yang perlu diperhatikan:

  • Efek Samping pada Ibu: Efek samping seperti kantuk, pusing, mulut kering, atau gangguan pencernaan dapat terjadi setelah mengonsumsi obat mabuk.
  • Potensi Dampak pada Janin: Meskipun penelitian menunjukkan risiko yang rendah, penggunaan obat secara berlebihan atau tanpa resep dokter dapat memengaruhi perkembangan janin.
  • Interaksi dengan Obat Lain: Jika Moms mengonsumsi obat lain selama kehamilan, penting untuk memeriksa apakah obat mabuk tersebut memiliki potensi interaksi yang dapat membahayakan kesehatan.

Alternatif Aman untuk Mengatasi Mabuk Perjalanan

Ibu Hamil Konsumsi Obat Mabuk

Sumber gambar: Freepik

1. Gunakan Jahe untuk Meredakan Mual

Jahe telah lama dikenal sebagai obat alami untuk mengatasi mual. Moms bisa mencoba minum teh jahe hangat sebelum perjalanan untuk menenangkan perut atau membawa permen jahe sebagai camilan. Kandungan gingerol pada jahe dapat membantu mengurangi rasa mual dan memberikan efek menenangkan pada saluran pencernaan.

Baca juga: Minum Teh Herbal Saat Hamil, Apakah Aman?

2. Akupresur untuk Mengurangi Mual

Teknik akupresur menggunakan tekanan pada titik tertentu di tubuh dapat membantu meredakan mual. Moms dapat mencoba menggunakan gelang akupresur, seperti gelang sea band, yang dirancang untuk memberikan tekanan pada titik pergelangan tangan yang disebut Nei Guan (P6). Gelang ini mudah digunakan dan dapat memberikan efek langsung untuk mengatasi rasa mual.

3. Pilih Posisi Duduk yang Tepat

Posisi duduk yang stabil dapat membantu mengurangi efek guncangan selama perjalanan. Jika bepergian dengan pesawat, pilih kursi di dekat sayap pesawat, karena area ini cenderung lebih stabil dibandingkan bagian lain. Jika menggunakan mobil, duduklah di kursi depan untuk meminimalkan rasa mual akibat gerakan. Fokuskan pandangan ke depan pada jalan atau horizon untuk mengurangi gejala.

4. Pastikan Istirahat yang Cukup Sebelum Perjalanan

Kurang tidur dapat memperburuk gejala mabuk perjalanan. Pastikan Moms mendapatkan istirahat yang cukup sebelum perjalanan agar tubuh lebih siap menghadapi perjalanan. Kondisi tubuh yang lelah cenderung membuat Moms lebih sensitif terhadap guncangan atau gerakan.

5. Hindari Makanan Berat Sebelum Bepergian

Makan makanan berat atau berminyak sebelum perjalanan dapat memperburuk rasa mual. Sebaiknya, konsumsi makanan ringan seperti buah-buahan, roti tawar, atau camilan sehat beberapa jam sebelum perjalanan. Hindari makanan berlemak atau berbumbu tajam yang dapat memicu gangguan pencernaan.

Baca juga: Catat! Inilah 9 Makanan yang Berbahaya Untuk Ibu Hamil

6. Atasi Sensitivitas Terhadap Aroma

Aroma menyengat, seperti bau makanan, parfum, atau bensin, dapat memicu atau memperburuk mabuk perjalanan. Moms dapat membawa masker untuk mengurangi paparan bau menyengat selama perjalanan. Alternatif lain adalah membawa minyak aromaterapi dengan aroma lembut seperti peppermint atau lavender. Beberapa tetes minyak ini di tisu atau pergelangan tangan dapat membantu menenangkan indra penciuman dan mengurangi rasa mual.

Mabuk perjalanan adalah kondisi yang umum dialami oleh ibu hamil akibat perubahan hormon dan sensitivitas tubuh. Meskipun beberapa obat mabuk seperti Dramamine atau Antivert dianggap aman untuk digunakan dengan resep dokter, Moms sebaiknya selalu berhati-hati dan mengikuti anjuran dosis yang diberikan.

Untuk informasi lebih mendalam mengenai kesehatan sistem reproduksi, program kehamilan, atau solusi untuk masalah infertilitas, dokter-dokter di Morula IVF Indonesia siap membantu. Klinik fertilitas Morula IVF menawarkan konsultasi yang komprehensif dan profesional serta berbagai teknologi canggih seperti Inseminasi Buatan, Bayi Tabung, dan lainnya. Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, Morula IVF memiliki tim spesialis kandungan yang berdedikasi untuk mendukung Anda dalam usaha memiliki anak yang sehat. Hubungi Morula IVF melalui website resmi atau secara langsung untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan konsultasi. 

Referensi:

Share Facebook Twitter WhatsApp

Artikel Terkait

Masa Kehamilan Ketahuilah 5 Jamu yang Dilarang Untuk Ibu Hamil

Ketahuilah 5 Jamu yang Dilarang Untuk Ibu Hamil

Admin
11 Dec 2025

Setiap ibu hamil harus mengetahui jamu yang dilarang untuk ibu hamil. Pasalnya, jamu adalah salah satu minuman tradisional kesehatan yang banyak dikonsumsi untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Obat herbal ini…

Selengkapnya
Masa Kehamilan Apa Itu Pregnancy Nose? Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Apa Itu Pregnancy Nose? Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Hamzah
10 Dec 2025

Selama masa kehamilan, tubuh Moms mengalami berbagai perubahan yang sering kali mengejutkan. Salah satu perubahan yang mungkin belum banyak diketahui adalah pregnancy nose. Istilah ini merujuk pada perubahan bentuk atau…

Selengkapnya
Masa Kehamilan Oksitosin: Hormon Cinta dan Perannya dalam Tubuh

Oksitosin: Hormon Cinta dan Perannya dalam Tubuh

Hamzah
09 Dec 2025

Oksitosin sering disebut sebagai “hormon cinta” karena perannya dalam ikatan emosional dan interaksi sosial. Namun, hormon ini memiliki fungsi lebih dari sekadar memengaruhi perasaan. Oksitosin adalah hormon penting yang membantu…

Selengkapnya