Semua Artikel

Bolehkah Ibu Hamil Angkat Galon? Ini Faktanya

Hamzah
25 Jun 2025
Share Facebook Twitter WhatsApp
Bolehkah Ibu Hamil Angkat Galon? Ini Faktanya

Bagi sebagian Moms, aktivitas rumah tangga seperti mengangkat galon mungkin terlihat sepele. Tapi saat sedang hamil, tubuh mengalami banyak perubahan yang membuat aktivitas fisik tertentu jadi lebih berisiko. Salah satunya adalah mengangkat beban berat. Banyak pertanyaan seputar keamanan ibu hamil saat mengangkat galon, dan jawabannya tidak sesederhana “boleh” atau “tidak”. Ada faktor yang harus dipertimbangkan, […]

Bagi sebagian Moms, aktivitas rumah tangga seperti mengangkat galon mungkin terlihat sepele. Tapi saat sedang hamil, tubuh mengalami banyak perubahan yang membuat aktivitas fisik tertentu jadi lebih berisiko. Salah satunya adalah mengangkat beban berat. Banyak pertanyaan seputar keamanan ibu hamil saat mengangkat galon, dan jawabannya tidak sesederhana “boleh” atau “tidak”. Ada faktor yang harus dipertimbangkan, mulai dari usia kehamilan, kondisi kesehatan, hingga cara mengangkatnya.

Mengapa Mengangkat Galon Bisa Berisiko bagi Moms Hamil?

Saat hamil, pusat gravitasi tubuh berubah. Perut yang membesar bisa memengaruhi postur dan keseimbangan tubuh. Ini membuat Moms lebih rentan terjatuh atau kehilangan keseimbangan saat membawa barang berat seperti galon. Selain itu, hormon relaksin yang meningkat selama kehamilan membuat sendi dan ligamen lebih longgar, sehingga risiko cedera otot atau punggung jadi lebih tinggi.

Mengangkat galon yang beratnya sekitar 19 liter (±19 kg) bukan hal sepele. Beban ini bisa memberi tekanan berlebihan pada punggung bawah, perut, bahkan dasar panggul. Risiko seperti ketegangan otot, kontraksi dini, atau bahkan perdarahan bisa muncul jika dilakukan sembarangan.

Baca juga: Ketahui 9 Aktivitas yang Dilarang Menjelang Melahirkan

Kapan Mengangkat Galon Menjadi Sangat Tidak Disarankan?

Bolehkah Ibu Hamil Angkat Galon?

Sumber gambar: iStock

  • Trimester Pertama (0–13 minggu):
    Meskipun janin masih kecil, pada masa ini risiko keguguran lebih tinggi. Aktivitas berat bisa memicu kontraksi atau tekanan di rahim.

  • Trimester Kedua dan Ketiga:
    Perut yang makin membesar dapat mengganggu postur tubuh. Risiko jatuh, sakit punggung, dan nyeri panggul meningkat saat membawa beban berat.

  • Riwayat Komplikasi Kehamilan:
    Jika Moms memiliki riwayat keguguran, placenta previa, tekanan darah tinggi, atau kehamilan risiko tinggi lainnya, maka sebaiknya hindari total aktivitas berat.

Baca juga: Bagaimana Proses Perkembangan Janin setiap Trimester?

Dampak yang Bisa Terjadi Jika Mengangkat Beban Berat

  • Nyeri punggung bawah

  • Kontraksi dini atau rasa mulas seperti kram

  • Peningkatan tekanan intraabdomen

  • Cedera pada otot atau ligamen

  • Ketegangan pada perut dan dasar panggul

  • Risiko jatuh akibat kehilangan keseimbangan

Baca juga: Diastasis Recti, Saat Otot Perut Ibu Hamil Terpisah

Tips Aman Jika Terpaksa Harus Mengangkat Galon

Jika dalam kondisi tertentu Moms harus mengangkat galon, perhatikan teknik yang benar:

  • Tekuk lutut, bukan pinggang. Posisikan punggung tetap tegak dan angkat dengan kekuatan kaki, bukan punggung.

  • Dekatkan galon ke tubuh. Hindari menjulurkan tangan saat mengangkat.

  • Jangan mengangkat sambil memutar tubuh. Gerakan memutar saat mengangkat beban bisa melukai punggung dan perut.

  • Gunakan alat bantu. Gunakan troli kecil atau minta bantuan orang lain jika memungkinkan.

  • Jangan angkat galon dalam kondisi perut tegang, nyeri, atau kelelahan.

Alternatif Aktivitas Sehat Saat Hamil

Bolehkah Ibu Hamil Angkat Galon?

Sumber gambar: iStock

Alih-alih mengangkat galon, Moms bisa fokus pada aktivitas fisik ringan yang justru bermanfaat, seperti:

Baca juga: Amankah Ibu Hamil Lari Pagi? Ini Faktanya

Mengangkat galon saat hamil memang tidak selalu berbahaya, tapi juga tidak sepenuhnya aman, terutama jika dilakukan tanpa teknik yang benar atau dalam kondisi tubuh yang tidak prima. Lebih baik mencegah daripada menyesal. Selalu dengarkan sinyal dari tubuh dan konsultasikan ke dokter jika ada keraguan. Bila memungkinkan, mintalah bantuan Dads atau orang di sekitar agar kehamilan tetap aman dan nyaman.

Untuk informasi lebih mendalam mengenai kesehatan sistem reproduksi, program kehamilan, atau solusi untuk masalah infertilitas, dokter-dokter di Morula IVF Indonesia siap membantu. Klinik fertilitas Morula IVF menawarkan konsultasi yang komprehensif dan profesional serta berbagai teknologi canggih seperti Inseminasi Buatan, Bayi Tabung, dan lainnya. Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, Morula IVF memiliki tim spesialis kandungan yang berdedikasi untuk mendukung Moms & Dads dalam usaha memiliki anak yang sehat. Hubungi Morula IVF melalui website resmi atau secara langsung untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan konsultasi. 

Referensi:

Share Facebook Twitter WhatsApp

Artikel Terkait

Masa Kehamilan Ketahuilah 5 Jamu yang Dilarang Untuk Ibu Hamil

Ketahuilah 5 Jamu yang Dilarang Untuk Ibu Hamil

Admin
11 Dec 2025

Setiap ibu hamil harus mengetahui jamu yang dilarang untuk ibu hamil. Pasalnya, jamu adalah salah satu minuman tradisional kesehatan yang banyak dikonsumsi untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Obat herbal ini…

Selengkapnya
Masa Kehamilan Apa Itu Pregnancy Nose? Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Apa Itu Pregnancy Nose? Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Hamzah
10 Dec 2025

Selama masa kehamilan, tubuh Moms mengalami berbagai perubahan yang sering kali mengejutkan. Salah satu perubahan yang mungkin belum banyak diketahui adalah pregnancy nose. Istilah ini merujuk pada perubahan bentuk atau…

Selengkapnya
Masa Kehamilan Oksitosin: Hormon Cinta dan Perannya dalam Tubuh

Oksitosin: Hormon Cinta dan Perannya dalam Tubuh

Hamzah
09 Dec 2025

Oksitosin sering disebut sebagai “hormon cinta” karena perannya dalam ikatan emosional dan interaksi sosial. Namun, hormon ini memiliki fungsi lebih dari sekadar memengaruhi perasaan. Oksitosin adalah hormon penting yang membantu…

Selengkapnya