Semua Artikel

Tangan Kebas Saat Hamil, Perlukah Khawatir?

Hamzah
06 Jul 2025
Share Facebook Twitter WhatsApp
Tangan Kebas Saat Hamil, Perlukah Khawatir?

Tangan terasa kesemutan, kebas, atau mati rasa saat hamil? Kondisi ini ternyata cukup umum dialami oleh banyak Moms, terutama saat memasuki trimester kedua dan ketiga. Meski sering kali tidak berbahaya, sensasi ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan membuat tidur tak nyenyak. Mengetahui penyebab dan cara mengatasinya akan membantu Moms merasa lebih nyaman dan tenang selama […]

Tangan terasa kesemutan, kebas, atau mati rasa saat hamil? Kondisi ini ternyata cukup umum dialami oleh banyak Moms, terutama saat memasuki trimester kedua dan ketiga. Meski sering kali tidak berbahaya, sensasi ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan membuat tidur tak nyenyak. Mengetahui penyebab dan cara mengatasinya akan membantu Moms merasa lebih nyaman dan tenang selama kehamilan.

Apa Itu Tangan Kebas Saat Hamil?

Kebas atau mati rasa pada tangan saat hamil biasanya merupakan gejala dari carpal tunnel syndrome (CTS), kondisi di mana saraf median di pergelangan tangan tertekan, menyebabkan sensasi kesemutan, kebas, dan kadang nyeri pada jari-jari dan telapak tangan.

CTS selama kehamilan cukup sering terjadi akibat perubahan fisiologis, seperti retensi cairan, peningkatan volume darah, dan pembengkakan jaringan yang menekan saraf.

Penyebab Umum Tangan Kebas Saat Hamil

Tangan Kebas Saat Hamil

Sumber gambar: iStock

Berikut beberapa penyebab paling umum mengapa tangan bisa terasa kebas saat hamil:

1. Retensi Cairan (Pembengkakan)

Saat hamil, tubuh Moms cenderung menahan lebih banyak cairan untuk mendukung perkembangan janin dan menjaga keseimbangan sistem tubuh. Retensi cairan ini dapat menyebabkan pembengkakan di berbagai bagian tubuh, termasuk pergelangan tangan. Tekanan dari pembengkakan tersebut kemudian menekan saraf median yang berada dalam lorong sempit bernama carpal tunnel.

Akibat tekanan tersebut, sinyal dari saraf median ke otak menjadi terhambat, sehingga muncullah rasa kesemutan, kebas, atau bahkan nyeri di tangan. Gejala ini sering memburuk saat malam hari atau setelah aktivitas tertentu, seperti menggenggam lama atau menulis.

Baca juga: Kaki Bengkak Saat Hamil – Penyebab dan Cara Mengatasinya

2. Perubahan Hormon

Selama kehamilan, hormon relaksin dan hormon progesteron meningkat untuk membantu pelunakan jaringan tubuh, mempersiapkan proses persalinan. Namun, perubahan ini juga bisa memengaruhi jaringan lunak lain di tubuh Moms, termasuk jaringan di sekitar pergelangan tangan.

Efek hormon ini membuat jaringan menjadi lebih mudah membengkak atau menekan saraf-saraf kecil seperti saraf median. Akibatnya, gejala tangan kebas menjadi lebih mudah muncul meski Moms tidak banyak melakukan aktivitas fisik berat.

3. Postur Tidur dan Aktivitas Berulang

Posisi tidur yang tidak ideal, seperti menekuk tangan di bawah bantal atau tubuh, bisa memberi tekanan berlebih pada pergelangan tangan. Kebiasaan ini sering dilakukan tanpa sadar oleh Moms, terutama saat perut mulai membesar dan posisi tidur terbatas.

Selain itu, aktivitas berulang seperti mengetik, menggenggam ponsel, atau mengangkat barang dengan tangan yang sama juga memperburuk tekanan di area carpal tunnel. Kombinasi faktor tidur dan aktivitas ini dapat meningkatkan keluhan kebas yang berlangsung sepanjang hari.

Baca juga: Posisi Tidur Ibu Hamil: Panduan Lengkap untuk Kesehatan dan Kenyamanan

4. Kondisi Tambahan

Beberapa kondisi medis yang terjadi bersamaan dengan kehamilan juga bisa meningkatkan risiko tangan kebas. Misalnya, Moms dengan tekanan darah tinggi atau diabetes gestasional cenderung mengalami gangguan sirkulasi dan metabolisme yang berdampak pada kesehatan saraf.

Selain itu, kenaikan berat badan berlebih juga memberikan tekanan tambahan pada sistem saraf dan pembuluh darah. Gabungan faktor-faktor ini dapat memperbesar peluang terjadinya carpal tunnel syndrome selama masa kehamilan.

Gejala yang Harus Diwaspadai

Tanda-tanda umum tangan kebas akibat CTS saat hamil meliputi:

  • Kesemutan atau sensasi tertusuk di jari tangan (terutama jempol, telunjuk, tengah)

  • Nyeri di pergelangan atau lengan bawah

  • Kelemahan otot, sulit menggenggam benda kecil

  • Gejala memburuk di malam hari atau saat bangun tidur

Jika gejalanya hanya ringan dan tidak mengganggu fungsi tangan secara signifikan, umumnya kondisi ini tidak berbahaya dan akan membaik setelah melahirkan.

Cara Mengatasi Tangan Kebas Saat Hamil

Tangan Kebas Saat Hamil

Sumber gambar: iStock

Berikut beberapa cara aman yang bisa dilakukan Moms untuk meredakan gejala kebas:

1. Gunakan Wrist Splint

Memakai wrist splint atau penyangga pergelangan tangan bisa sangat membantu, terutama saat malam hari. Alat ini menjaga posisi tangan tetap netral dan mencegah tekukan berlebihan saat tidur yang dapat memperparah tekanan pada saraf median.

2. Kompres Dingin

Salah satu cara cepat mengurangi pembengkakan adalah dengan kompres dingin. Tempelkan handuk dingin atau es batu yang dibungkus kain pada pergelangan tangan selama beberapa menit untuk meredakan inflamasi.

3. Latihan Tangan dan Jari

Melakukan gerakan ringan seperti menggenggam bola kecil, membuka dan menutup jari, atau mengayunkan tangan perlahan bisa memperbaiki sirkulasi darah di area pergelangan. Latihan ini juga membantu mencegah otot kaku akibat posisi yang terlalu lama diam.

Baca juga: Mengenal Jenis Olahraga yang Dilarang untuk Ibu Hamil

4. Jaga Postur Tangan

Postur tubuh saat tidur dan beraktivitas sangat memengaruhi kondisi tangan. Hindari tidur dengan posisi tangan tertekuk atau berada di bawah tubuh karena ini bisa menekan saraf dan memperparah kebas.

5. Perhatikan Asupan Cairan dan Garam

Mengonsumsi cukup air putih setiap hari sangat penting untuk mencegah retensi cairan yang bisa memicu pembengkakan. Moms juga disarankan mengurangi asupan garam agar tidak terjadi penumpukan cairan berlebih di jaringan tubuh.

6. Pijat Ringan

Pijatan lembut di area tangan dan lengan bisa merangsang aliran darah serta membantu merelaksasi otot. Moms bisa memijat sendiri secara perlahan atau meminta bantuan pasangan untuk memijat dengan tekanan ringan.

Tangan kebas saat hamil, meski umum dan sering kali tidak berbahaya, tetap bisa memengaruhi kenyamanan sehari-hari. Dengan mengetahui penyebab dan cara mengatasinya, Moms dapat lebih siap dan tenang dalam menghadapi gejala ini. Jika gejala berlangsung parah atau menetap, konsultasikan dengan tenaga medis untuk penanganan yang tepat dan aman bagi kehamilan Moms.

Untuk informasi lebih mendalam mengenai kesehatan sistem reproduksi, program kehamilan, atau solusi untuk masalah infertilitas, dokter-dokter di Morula IVF Indonesia siap membantu. Klinik fertilitas Morula IVF menawarkan konsultasi yang komprehensif dan profesional serta berbagai teknologi canggih seperti Inseminasi Buatan, Bayi Tabung, dan lainnya. Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, Morula IVF memiliki tim spesialis kandungan yang berdedikasi untuk mendukung Moms & Dads dalam usaha memiliki anak yang sehat. Hubungi Morula IVF melalui website resmi atau secara langsung untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan konsultasi. 

Referensi:

Share Facebook Twitter WhatsApp

Artikel Terkait

Masa Kehamilan Ketahuilah 5 Jamu yang Dilarang Untuk Ibu Hamil

Ketahuilah 5 Jamu yang Dilarang Untuk Ibu Hamil

Admin
11 Dec 2025

Setiap ibu hamil harus mengetahui jamu yang dilarang untuk ibu hamil. Pasalnya, jamu adalah salah satu minuman tradisional kesehatan yang banyak dikonsumsi untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Obat herbal ini…

Selengkapnya
Masa Kehamilan Apa Itu Pregnancy Nose? Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Apa Itu Pregnancy Nose? Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Hamzah
10 Dec 2025

Selama masa kehamilan, tubuh Moms mengalami berbagai perubahan yang sering kali mengejutkan. Salah satu perubahan yang mungkin belum banyak diketahui adalah pregnancy nose. Istilah ini merujuk pada perubahan bentuk atau…

Selengkapnya
Masa Kehamilan Oksitosin: Hormon Cinta dan Perannya dalam Tubuh

Oksitosin: Hormon Cinta dan Perannya dalam Tubuh

Hamzah
09 Dec 2025

Oksitosin sering disebut sebagai “hormon cinta” karena perannya dalam ikatan emosional dan interaksi sosial. Namun, hormon ini memiliki fungsi lebih dari sekadar memengaruhi perasaan. Oksitosin adalah hormon penting yang membantu…

Selengkapnya