terapi program hamil

Sudah lama menikah namun belum mendapatkan momongan? Jangan kuatir karena banyak terapi program hamil yang bisa kamu ikuti bersama pasangan. Tidak perlu lagi ke luar negeri, saat ini di Indonesia sendiri terapi program kehamilan sudah bisa dilakukan. Tentu saja kamu harus mencari referensi agar bisa mendapatkan klinik terbaik untuk menjalankan program terapi kehamilan tersebut.

Sedangkan untuk jenis terapinya juga ada beberapa pilihan yang nantinya bisa kamu ambil berdasarkan saran dari dokter. Terapi program kehamilan tersebut memang disediakan bagi pasangan yang mempunyai masalah dengan kesuburan yaitu infertilitas. Pasangan yang merasa memiliki masalah infertilitas sebaiknya melakukan konsultasi dengan dokter untuk diketahui apa penyebabnya.

Jenis Terapi Program Kehamilan

Belum adanya momongan dalam sebuah pernikahan bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Persoalan infertilitas pada wanita dan pria itu berbeda sehingga diperlukan pemeriksaan secara tepat dan akurat. Nah, bagi pasangan yang ingin melakukan terapi program kehamilan bisa melalui beberapa metode berikut ini.

1. Bayi Tabung atau In Vitro Fertilization

terapi program hamil

Bayi tabung atau dalam bahasa medis disebut dengan in vitro fertilization (IVF) merupakan metode terapi kehamilan yang sedang trending saat ini. Cukup banyak pasangan selebritis yang berhasil mendapatkan momongan melalui metode IVF tersebut.

Metode bayi tabung biasanya akan disarankan dokter ketika metode lainnya tidak efektif. IVF dilakukan dengan cara mengambil sel telur dan sperma yang berkualitas bagus kemudian ditempatkan pada cawan khusus. Setelah proses pembuahan berhasil embrio akan ditempatkan ke dalam rahim. Semua proses dan prosedur pembuahan dilakukan di dalam laboratorium.

2. Injeksi Sperma Intracytoplasmic (ICSI)

Metode ICSI ini dilakukan dengan cara penyuntikan atau injeksi sperma secara langsung ke dalam sel telur. Terapi ICSI tersebut pada umumnya akan dilakukan dokter jika jumlah sperma pada pria sangat sedikit atau pergerakannya tidak bagus.

Ketika telur yang dibuahi oleh sperma tersebut sudah siap maka selanjutnya dokter akan melakukan operasi menggunakan prosedur IVF normal untuk memasukkan telur tersebut ke dalam rahim. Proses dan prosedur terapi kehamilan ICSI dilakukan seluruhnya di dalam laboratorium.

3. Inseminasi Buatan atau Inseminasi Intrauterin (IUI)

terapi program hamil

Selain bayi tabung, metode yang cukup dikenal oleh masyarakat yaitu inseminasi buatan. Dalam istilah medis inseminasi buatan disebut dengan inseminasi intrauterin atau IUI. Inseminasi buatan ini umum dijadikan sebagai alternatif pertama oleh pasangan yang ingin menjalani terapi program kehamilan.

Mirip dengan metode ICSI, inseminasi buatan juga biasanya dilakukan ketika jumlah sperma pada pria sangat sedikit atau pergerakannya kurang bagus. Caranya yaitu dengan memasukkan langsung sperma ke dalam rahim lewat bantuan dokter tentunya. Tujuan dari tindakan inseminasi buatan ini yaitu agar jumlah sperma yang masuk ke dalam tuba falopi wanita meningkat sehingga memperbesar kemungkinan untuk terjadinya kehamilan.

4. Pembedahan Tuba Falopi

terapi program hamil

Terapi untuk program kehamilan lainnya adalah dengan cara melakukan pembedahan pada tuba falopi yang mengalami penyumbatan. Tuba falopi yang tersumbat otomatis akan menghambat sel telur untuk turun ke dalam rahim sehingga proses pembuahan oleh sperma tidak akan terjadi.

Tindakan pembedahan tuba falopi ini dilakukan dokter ketika wanita mengalami masalah yang disebut dengan endometriosis. Kasus lainnya adalah wanita yang pernah mengalami infeksi pada bagian panggulnya. Dokter akan melakukan tindakan “pembersihan” pada tuba falopi agar peluang kehamilan lebih besar.

Di Indonesia sendiri terapi program hamil sudah sangat maju dan menunjukkan keberhasilan yang sangat besar. Dan yang jelas biayanya jauh lebih murah dibandingkan kalau harus melakukan terapi tersebut di luar negeri.