Semua Artikel

Amankah Ibu Hamil Konsumsi Nastar Selai Nanas?

Hamzah
09 Mar 2025
Share Facebook Twitter WhatsApp
Amankah Ibu Hamil Konsumsi Nastar Selai Nanas?

Banyak Moms yang bertanya-tanya apakah aman mengonsumsi nastar selai nanas selama kehamilan. Nanas sering kali dikaitkan dengan risiko keguguran atau kontraksi dini, yang membuat sebagian ibu hamil ragu untuk mengonsumsinya. Namun, berdasarkan penelitian, nanas dalam jumlah yang wajar sebenarnya aman dikonsumsi selama kehamilan dan memiliki manfaat kesehatan. Nastar yang mengandung selai nanas pun masih bisa […]

Banyak Moms yang bertanya-tanya apakah aman mengonsumsi nastar selai nanas selama kehamilan. Nanas sering kali dikaitkan dengan risiko keguguran atau kontraksi dini, yang membuat sebagian ibu hamil ragu untuk mengonsumsinya. Namun, berdasarkan penelitian, nanas dalam jumlah yang wajar sebenarnya aman dikonsumsi selama kehamilan dan memiliki manfaat kesehatan. Nastar yang mengandung selai nanas pun masih bisa dikonsumsi, asalkan dalam jumlah yang tidak berlebihan dan tetap memperhatikan kandungan gula serta bahan tambahan lainnya.

Fakta tentang Nanas dan Kehamilan

Nanas mengandung berbagai nutrisi penting seperti vitamin C, serat, dan enzim bromelain. Namun, banyak mitos yang berkembang bahwa nanas dapat menyebabkan keguguran atau persalinan prematur. Berikut adalah beberapa fakta yang perlu Moms ketahui:

1. Kandungan Bromelain dalam Nanas

Nanas mengandung enzim bromelain, yang dalam jumlah besar dapat menyebabkan pelunakan serviks dan merangsang kontraksi. Namun, kandungan bromelain dalam satu porsi nanas segar sangat kecil dan tidak cukup untuk menyebabkan efek tersebut.

2. Nanas Aman dalam Jumlah Wajar

Konsumsi nanas dalam jumlah wajar tidak membahayakan ibu hamil. Namun, jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan, nanas dapat menyebabkan gangguan pencernaan karena keasaman dan kandungan seratnya yang tinggi.

3. Nanas yang Sudah Dimasak atau Diproses Berbeda dengan Nanas Segar

Selai nanas yang digunakan dalam nastar biasanya telah melalui proses pemasakan yang mengurangi kadar bromelain. Dengan demikian, risikonya menjadi lebih rendah dibandingkan nanas segar.

Baca juga: Bolehkah Ibu Hamil Makan Buah Nanas? 

4. Kandungan Gula dalam Nastar

Selain mempertimbangkan nanas sebagai bahan utama selai, Moms juga perlu memperhatikan kandungan gula dalam nastar. Konsumsi berlebihan makanan manis saat hamil dapat meningkatkan risiko diabetes gestasional dan kenaikan berat badan yang tidak sehat.

Manfaat Nanas untuk Ibu Hamil

Amankah Ibu Hamil Konsumsi Nastar Selai Nanas

Sumber gambar: Freepik

Jika dikonsumsi dalam jumlah yang tepat, nanas bisa memberikan beberapa manfaat kesehatan bagi ibu hamil:

1. Sumber Vitamin C

Vitamin ini berperan penting dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh ibu hamil, membantu tubuh melawan infeksi, serta mendukung produksi kolagen yang penting untuk pertumbuhan kulit, tulang, dan jaringan janin. Selain itu, vitamin C juga membantu tubuh menyerap zat besi dari makanan lain, sehingga dapat mencegah anemia yang sering terjadi pada ibu hamil.

Baca juga: Inilah 5 Angka Manfaat Vitamin C untuk Ibu Hamil, Wajib Tau!

2. Membantu Pencernaan

Banyak ibu hamil mengalami sembelit akibat perubahan hormon dan tekanan dari rahim yang membesar. Kandungan serat dalam nanas dapat membantu melancarkan buang air besar dan mencegah sembelit. Tak hanya itu, nanas juga mengandung enzim bromelain yang membantu tubuh mencerna protein dengan lebih baik, sehingga meningkatkan kesehatan pencernaan secara keseluruhan.

3. Mengurangi Peradangan

Bromelain dalam nanas juga memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh. Meskipun kandungan bromelain dalam nanas tidak sebesar dalam bentuk suplemen, mengonsumsi nanas dalam jumlah wajar dapat membantu meredakan peradangan ringan dan meningkatkan kesehatan sistem pencernaan.

4. Menyediakan Antioksidan

Nanas kaya akan antioksidan yang berperan dalam melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Antioksidan ini berperan penting dalam menjaga kesehatan ibu hamil serta mendukung perkembangan janin agar tumbuh optimal.

Baca juga: Makanan Kaya Antioksidan: Sumber, Manfaat, dan Pentingnya dalam Gaya Hidup Sehat

Risiko Mengonsumsi Nastar bagi Ibu Hamil

Meskipun nastar dengan selai nanas aman dikonsumsi dalam jumlah wajar, ada beberapa hal yang perlu Moms perhatikan:

1. Kandungan Gula yang Tinggi

Nastar mengandung gula dan karbohidrat sederhana yang dapat meningkatkan kadar gula darah jika dikonsumsi secara berlebihan. Bagi ibu hamil yang memiliki risiko diabetes gestasional, sebaiknya konsumsi kue kering seperti nastar dibatasi agar kadar gula darah tetap stabil.

2. Potensi Refluks Asam

Nanas memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi. Bagi ibu hamil yang mengalami refluks asam atau gangguan pencernaan, konsumsi nastar dalam jumlah banyak dapat memperburuk kondisi ini. Rasa asam dari nanas yang terkandung dalam selai nastar dapat memicu naiknya asam lambung, menyebabkan sensasi terbakar di dada atau rasa tidak nyaman di perut. Oleh karena itu, ibu hamil yang rentan mengalami masalah pencernaan sebaiknya lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan yang mengandung nanas.

3. Kandungan Lemak dalam Nastar

Nastar umumnya dibuat dengan mentega atau margarin, yang tinggi akan lemak jenuh. Konsumsi berlebihan makanan berlemak dapat berkontribusi pada kenaikan berat badan yang tidak terkontrol selama kehamilan, yang pada akhirnya bisa meningkatkan risiko komplikasi seperti tekanan darah tinggi atau preeklampsia.

4. Bahan Tambahan dalam Nastar

Beberapa nastar yang dijual di pasaran mungkin mengandung bahan pengawet atau perasa buatan yang sebaiknya dihindari selama kehamilan untuk mencegah dampak buruk bagi kesehatan ibu dan janin.

Tips Aman Mengonsumsi Nastar Selai Nanas Saat Hamil

Amankah Ibu Hamil Konsumsi Nastar Selai Nanas

Sumber gambar: Freepik

Untuk memastikan Moms tetap bisa menikmati nastar dengan aman selama kehamilan, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

1. Konsumsi dalam Jumlah Wajar

Agar ibu hamil tetap bisa menikmati nastar dengan aman selama kehamilan, penting untuk membatasi konsumsinya dalam jumlah wajar. Sebaiknya batasi konsumsi nastar sekitar 1–3 buah per hari, terutama jika memiliki riwayat diabetes gestasional atau mengalami kenaikan berat badan berlebih. Mengontrol porsi makan akan membantu menjaga keseimbangan gula darah dan mencegah efek samping yang tidak diinginkan.

2. Pilih Nastar yang Dibuat Sendiri atau Tanpa Pengawet

Sebaiknya pilih nastar yang dibuat sendiri atau yang tidak mengandung bahan pengawet. Jika memungkinkan, buat nastar sendiri dengan mengurangi penggunaan gula dan lemak agar lebih sehat. Jika membeli nastar siap saji, pastikan untuk memilih produk yang tidak mengandung bahan pengawet atau pewarna buatan agar lebih aman bagi kesehatan ibu dan janin.

3. Perhatikan Respon Tubuh

Ibu hamil juga perlu memperhatikan respons tubuh setelah mengonsumsi nastar. Jika setelah mengonsumsinya muncul gejala seperti mual, gangguan pencernaan, atau perut terasa tidak nyaman, sebaiknya kurangi atau hentikan konsumsi. Setiap tubuh ibu hamil memiliki toleransi yang berbeda terhadap makanan tertentu, sehingga penting untuk mendengarkan sinyal tubuh dan menyesuaikan pola makan sesuai kebutuhan.

4. Seimbangkan dengan Pola Makan Sehat

Agar nutrisi tetap seimbang, penting untuk mengombinasikan konsumsi nastar dengan pola makan sehat. Pastikan tetap mengonsumsi makanan bergizi seperti sayur, buah, dan protein sehat untuk menjaga kesehatan ibu dan perkembangan janin.

Baca juga: Makanan Untuk Bumil: Pilihan Terbaik untuk Kesehatan Ibu dan Janin

Secara umum, nastar selai nanas aman dikonsumsi oleh ibu hamil jika dalam jumlah yang wajar. Nanas dalam selai mengalami proses pemanasan yang mengurangi kadar bromelain, sehingga risikonya lebih rendah dibandingkan nanas segar. Namun, Moms tetap perlu memperhatikan kandungan gula dan lemak dalam nastar agar tidak berlebihan. Jika tidak ada masalah kesehatan seperti diabetes gestasional atau refluks asam, Moms masih bisa menikmati nastar dengan tetap menjaga pola makan yang seimbang.

Untuk informasi lebih mendalam mengenai kesehatan sistem reproduksi, program kehamilan, atau solusi untuk masalah infertilitas, dokter-dokter di Morula IVF Indonesia siap membantu. Klinik fertilitas Morula IVF menawarkan konsultasi yang komprehensif dan profesional serta berbagai teknologi canggih seperti Inseminasi Buatan, Bayi Tabung, dan lainnya. Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, Morula IVF memiliki tim spesialis kandungan yang berdedikasi untuk mendukung Moms dalam usaha memiliki anak yang sehat. Hubungi Morula IVF melalui website resmi atau secara langsung untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan konsultasi. 

Referensi

Share Facebook Twitter WhatsApp

Artikel Terkait

Masa Kehamilan Ketahuilah 5 Jamu yang Dilarang Untuk Ibu Hamil

Ketahuilah 5 Jamu yang Dilarang Untuk Ibu Hamil

Admin
11 Dec 2025

Setiap ibu hamil harus mengetahui jamu yang dilarang untuk ibu hamil. Pasalnya, jamu adalah salah satu minuman tradisional kesehatan yang banyak dikonsumsi untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Obat herbal ini…

Selengkapnya
Masa Kehamilan Apa Itu Pregnancy Nose? Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Apa Itu Pregnancy Nose? Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Hamzah
10 Dec 2025

Selama masa kehamilan, tubuh Moms mengalami berbagai perubahan yang sering kali mengejutkan. Salah satu perubahan yang mungkin belum banyak diketahui adalah pregnancy nose. Istilah ini merujuk pada perubahan bentuk atau…

Selengkapnya
Masa Kehamilan Oksitosin: Hormon Cinta dan Perannya dalam Tubuh

Oksitosin: Hormon Cinta dan Perannya dalam Tubuh

Hamzah
09 Dec 2025

Oksitosin sering disebut sebagai “hormon cinta” karena perannya dalam ikatan emosional dan interaksi sosial. Namun, hormon ini memiliki fungsi lebih dari sekadar memengaruhi perasaan. Oksitosin adalah hormon penting yang membantu…

Selengkapnya