Semua Artikel

Bau Badan Saat Hamil, Normal atau Perlu Diwaspadai?

Hamzah
11 Apr 2025
Share Facebook Twitter WhatsApp
Bau Badan Saat Hamil, Normal atau Perlu Diwaspadai?

Bau badan saat hamil bisa menjadi hal yang mengganggu, tapi tahukah Moms bahwa kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi? Perubahan hormon, metabolisme, hingga kebiasaan sehari-hari selama kehamilan dapat memengaruhi aroma tubuh. Meski seringkali membuat tidak nyaman dan menurunkan rasa percaya diri, bau badan saat hamil biasanya bukan pertanda kondisi serius. Namun, penting untuk memahami penyebab, […]

Bau badan saat hamil bisa menjadi hal yang mengganggu, tapi tahukah Moms bahwa kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi? Perubahan hormon, metabolisme, hingga kebiasaan sehari-hari selama kehamilan dapat memengaruhi aroma tubuh. Meski seringkali membuat tidak nyaman dan menurunkan rasa percaya diri, bau badan saat hamil biasanya bukan pertanda kondisi serius. Namun, penting untuk memahami penyebab, cara mengelola, dan kapan sebaiknya berkonsultasi ke dokter.

Apa Penyebab Bau Badan Saat Hamil?

Perubahan aroma tubuh selama kehamilan sebagian besar disebabkan oleh faktor hormonal dan fisiologis berikut:

1. Perubahan Hormon Estrogen dan Progesteron

Kadar hormon estrogen dan progesteron yang meningkat memicu produksi keringat lebih banyak, terutama di area seperti ketiak, lipatan tubuh, dan selangkangan. Proses inilah yang dapat memicu bau badan yang lebih menyengat dibandingkan biasanya.

2. Kelenjar Keringat yang Lebih Aktif

Selama hamil, kelenjar apokrin (kelenjar keringat di area tubuh yang mengandung folikel rambut) menjadi lebih aktif. Akibatnya, produksi keringat meningkat, dan bakteri yang hidup di kulit menguraikan keringat tersebut, memicu bau tidak sedap.

Baca juga: Apakah Normal Mudah Gerah Saat Hamil?

3. Metabolisme yang Meningkat

Tubuh bekerja lebih keras selama hamil, termasuk dalam memompa darah dan mencerna makanan. Peningkatan metabolisme ini menyebabkan tubuh menghasilkan panas berlebih yang membuat Moms lebih mudah berkeringat.

4. Perubahan Pola Makan

Konsumsi makanan dengan aroma kuat seperti bawang putih, daging merah, atau makanan pedas dapat ikut memengaruhi aroma tubuh. Bau dari makanan tersebut bisa dikeluarkan melalui keringat.

5. Perubahan Indra Penciuman

Beberapa Moms mengalami hiperosmia, yaitu peningkatan sensitivitas penciuman saat hamil. Hal ini bisa membuat bau badan yang sebenarnya ringan terasa lebih menyengat atau tidak nyaman.

Baca juga: 9 Cara Mengatasi Penciuman Ibu Hamil yang Sensitif

Apakah Bau Badan Saat Hamil Normal?

Jawabannya ya, dalam banyak kasus kondisi ini adalah hal yang normal. Bahkan, tubuh secara alami mengeluarkan aroma tertentu untuk membantu bayi yang baru lahir mengenali ibunya melalui penciuman.

Namun, jika bau badan disertai dengan gejala seperti keringat berlebih di malam hari, demam, penurunan berat badan tanpa sebab, atau infeksi kulit, Moms sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis.

Baca juga: 5 Masalah Kulit Pada Ibu Hamil: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Cara Mengatasi Bau Badan Saat Hamil

Bau Badan Saat Hamil

Sumber gambar: iStock

Berikut beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan untuk mengelola dan mengurangi bau badan selama kehamilan:

  • Menjaga Kebersihan Tubuh: Mandi dua kali sehari atau lebih jika cuaca panas dapat membantu mengurangi bakteri penyebab bau. Gunakan sabun antibakteri yang lembut dan tidak mengandung bahan kimia keras.
  • Mengganti Pakaian Secara Rutin: Pilih pakaian longgar dari bahan katun yang menyerap keringat. Ganti pakaian dalam dan pakaian luar jika sudah terasa lembap.
  • Perhatikan Pola Makan: Batasi makanan dengan aroma menyengat dan perbanyak konsumsi buah-buahan segar serta sayuran. Minum air putih yang cukup juga membantu tubuh membuang racun lebih efektif.
  • Gunakan Deodoran Aman untuk Ibu Hamil: Pilih produk yang bebas dari aluminium, paraben, dan pewangi buatan. Moms juga bisa memilih deodoran alami seperti baking soda, air lemon, atau cuka apel.
  • Cukur atau Rapikan Area Tubuh Tertentu: Bulu ketiak dan area tertutup lain bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri. Menjaganya tetap bersih dan kering akan membantu mengurangi bau.

Baca juga: Makanan Untuk Bumil: Pilihan Terbaik untuk Kesehatan Ibu dan Janin

Untuk informasi lebih mendalam mengenai kesehatan sistem reproduksi, program kehamilan, atau solusi untuk masalah infertilitas, dokter-dokter di Morula IVF Indonesia siap membantu. Klinik fertilitas Morula IVF menawarkan konsultasi yang komprehensif dan profesional serta berbagai teknologi canggih seperti Inseminasi Buatan, Bayi Tabung, dan lainnya. Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, Morula IVF memiliki tim spesialis kandungan yang berdedikasi untuk mendukung Moms dalam usaha memiliki anak yang sehat. Hubungi Morula IVF melalui website resmi atau secara langsung untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan konsultasi. 

Referensi

Share Facebook Twitter WhatsApp

Artikel Terkait

Masa Kehamilan Ketahuilah 5 Jamu yang Dilarang Untuk Ibu Hamil

Ketahuilah 5 Jamu yang Dilarang Untuk Ibu Hamil

Admin
11 Dec 2025

Setiap ibu hamil harus mengetahui jamu yang dilarang untuk ibu hamil. Pasalnya, jamu adalah salah satu minuman tradisional kesehatan yang banyak dikonsumsi untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Obat herbal ini…

Selengkapnya
Masa Kehamilan Apa Itu Pregnancy Nose? Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Apa Itu Pregnancy Nose? Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Hamzah
10 Dec 2025

Selama masa kehamilan, tubuh Moms mengalami berbagai perubahan yang sering kali mengejutkan. Salah satu perubahan yang mungkin belum banyak diketahui adalah pregnancy nose. Istilah ini merujuk pada perubahan bentuk atau…

Selengkapnya
Masa Kehamilan Oksitosin: Hormon Cinta dan Perannya dalam Tubuh

Oksitosin: Hormon Cinta dan Perannya dalam Tubuh

Hamzah
09 Dec 2025

Oksitosin sering disebut sebagai “hormon cinta” karena perannya dalam ikatan emosional dan interaksi sosial. Namun, hormon ini memiliki fungsi lebih dari sekadar memengaruhi perasaan. Oksitosin adalah hormon penting yang membantu…

Selengkapnya