hormon kehamilan

Pernah menemukan ibu hamil yang moody, mudah marah, mudah lelah atau justru lebih ceria dan periang dari sebelumnya? Kondisi ini cukup umum terjadi karena adanya perubahan hormon kehamilan. Hal ini dapat membuat emosi ibu hamil menjadi sulit ditebak dan bisa berubah dengan cepat.

Selama masa kehamilan, Anda biasanya akan mengalami beberapa perubahan hormon dalam tubuh. Hormon selama masa kehamilan tersebut bisa membawa berbagai perubahan dalam tubuh mulai dari fungsi organ hingga emosi ibu hamil. Maka dari itulah, peran keluarga atau suami sangat penting untuk memahami perubahan hormon pada ibu yang tengah hamil.

Untuk yang belum tahu, ibu hamil biasanya memiliki beberapa jenis hormon selama masa kehamilannya, seperti hormon HCG, HPL, estrogen, progesterone, oksitosin dan prolaktin. Perlu Anda ketahui, bahwa tidak semua jenis hormon tersebut baru muncul saat sudah mengalami kehamilan saja. Akan tetapi ada beberapa yang sudah ada sebelum kehamilan.

Hormon pada masa kehamilan memiliki peran dan fungsi yang sangat penting dalam mendukung kesehatan ibu hamil maupun janinnya. Meskipun demikian, perubahan hormon ini kadang memberikan keluhan pada masa hamil seperti mudah lelah, sariawan dan juga konstipasi.

Untuk lebih jelasnya tentang jenis hormon kehamilan dan fungsinya, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Jenis-jenis Hormon Kehamilan dan Fungsinya

Selama masa kehamilan, ada beberapa perubahan hormon dalam tubuh ibu. Berikut ini beberapa jenis hormon yang muncul saat masa kehamilan dan berbagai fungsinya.

1. Human Chorionic Gonadotropin Hormone (HCG)

HCG merupakan hormone yang diproduksi di plasenta saat kehamilan terjadi. Hormon ini yang menjadi acuan munculnya tanda positif hamil pada test pack yang dijual di pasaran. Fungsi hormon ini adalah untuk menjaga kehamilan dan perkembangan janin dalam kandungan.

Biasanya kadar HCG yang rendah merupakan hal yang wajar dan normal pada masa kehamilan yang masih muda. Akan tetapi hal ini juga bisa menjadi tanda akan adanya kehamilan ektopik, keguguran hingga kematian bayi. Sementara kadar HCG yang sangat tinggi bisa menjadi tanda kehamilan kembar, down syndrome atau hamil anggur.  Untuk itulah, penting melakukan pemeriksaan kadar HCG ini secara berkala khususnya pada awal masa kehamilan.

2. Human Placental Lactogen (hPL)

Hormon hPL mulai diproduksi oleh plasenta sejak kehamilan memasuki usia 2 minggu. Hormon kehamilan ini sering disebut juga dengan human chorionic somatomammotropin yang memiliki peran dalam menyiapkan nutrisi yang dibutuhkan oleh janin. Tidak hanya itu, hormon ini juga berfungsi untuk merangsang kelenjar susu di payudara hingga masa menyusui.

Baca juga: 7 Nutrisi Ibu Hamil yang Harus Bunda Ketahui

3. Estrogen

Estrogen sebenarnya merupakan  jenis hormon yang sudah terdapat dalam tubuh wanita bahkah sebelum masa kehamilan. Akan tetapi pada masa kehamilan, kadar hormon estrogen akan meningkat secara signifikan. Kenaikan kadar hormon ini biasanya akan memicu munculnya rasa mual, terutama pada trimester pertama kehamilan. Sedangkan pada trimester kedua, hormon ini turut andil dalam pembesaran saluran susu di payudara.

Selama masa kehamilan, hormon estrogen memiliki banyak fungsi, seperti:

  • Membentuk pembuluh darah baru untuk menyalurkan nutrisi ke janin
  • Membantu memberikan nutrisi yang dibutuhkan oleh janin untuk berkembang
  • Mendukung perkembangan janin
  • Meningkatkan aliran darah dalam tubuh, seperti aliran darah ke kulit hingga memberikan kesan glowing pada beberapa ibu hamil

4. Progesteron

Jenis hormon lainnya yang juga ada pada tubuh hamil adalah hormon progesteron. Sebenarnya progesteron merupakan salah satu jenis hormon yang sudah ada sebelum masa kehamilan. Akan tetapi kadar hormon ini akan meningkat ketika anda hamil. Meningkatnya kadar hormon progesteron selama masa kehamilan bisa memicu munculnya rambut halus pada bagian payudara atau perut, rasa pusing yang tiba-tiba, mulas, mual hingga sembelit.

Meskipun memberikan efek yang kurang menyenangkan pada masa kehamilan, akan tetapi hormon progesteron ini memiliki fungsi yang sangat penting. Di bawah ini beberapa fungsi hormon tersebut yang perlu Anda ketahui:

  • Menjaga otot rahim agar tetap rileks selama kehamilan berlangsung
  • Menjaga ketebalan dinding rahim selama janin berkembang
  • Menjaga sistem kekebalan tubuh ibu selama masa kehamilan
  • Menyiapkan payudara untuk memproduksi ASI

5. Oksitosin

Oksitosin merupakan hormon yang berperan penting dalam proses melahirkan. Hormon ini berfungsi untuk melenturkan leher rahim pada masa akhir kehamilan, sehingga bayi akan lebih mudah untuk keluar. Tidak hanya itu, hormon oksitosin juga membantu menstimulasi putting susu untuk memproduksi air susu dan merangsang kelenjar Montgomery di sekitar puting dan areola. Hal ini akan membantu bayi yang telah lahir bisa langsung menyusu.

Baca juga: Berikut 5 Persiapan Melahirkan yang Perlu Anda Ketahui

6. Prolaktin

Satu lagi jenis hormon kehamilan yang ada di tubuh ibu hamil adalah hormon prolaktin. Hormon ini sebenarnya sudah ada sebelum masa kehamilan akan tetapi jumlahnya akan bertambah sebanyak 10 hingga 20 kali lipat pada masa kehamilan. Peningkatan hormon ini bermanfaat untuk mempersiapkan jaringan payudara untuk menyusui dengan membantu menghasilkan produksi ASI yang melimpah.

Hormon yang muncul pada saat kehamilan memiliki peran dan fungsi yang sangat penting untuk kesehatan ibu dan janin. Akan tetapi kehadiran hormon tersebut kadang juga memberikan efek tidak nyaman untuk ibu hamil. Dari semua jenis hormon di atas, HCG dan HPL merupakan jenis hormon yang hanya dimiliki oleh ibu hamil. Sedangkan jenis lainnya seperti estrogen, progesteron, oksitosin dan prolaktin sudah ada di dalam tubuh wanita, namun jumlahnya meningkat drastis pada masa kehamilan.

Gangguan yang Muncul Saat Hamil Akibat Perubahan Hormon

Perubahan hormon pada masa kehamilan tidak jarang memunculkan berbagai gangguan kesehatan kepada ibu hamil. Gangguan kesehatan ini bisa berupa gangguan kesehatan fisik maupun psikologis. Berikut ini beberapa gangguan kesehatan yang bisa dialami ibu hamil akibat adanya perubahan hormon. 

  • Kulit belang dan menghitam
  • Nyeri panggul
  • Muncul penyakit maag
  • Gairah seks menurun
  • Sering lupa
  • Suasana hati naik turun

Pada dasarnya perubahan hormon pada masa kehamilan hanya bersifat sementara. Perubahan hormon seperti hormon progesteron pada ibu hamil ini terjadi sebagai reaksi tubuh karena adanya janin di dalam kandungan. Maka dari itu sebaiknya keluarga terutama suami memiliki peran penting dalam menghadapi ibu hamil yang sedang mengalami perubahan hormon tersebut.

Hamil merupakan anugerah yang akan dirasakan oleh setiap wanita. Dalam prosesnya, wanita akan mengalami perubahan hormon kehamilan demi menjaga kesehatan ibu dan janin dalam kandungan. Jadi meskipun perubahan hormon tersebut kadang membuat tidak nyaman, akan tetapi ibu perli ikhlas menjalaninya demi kesehatan janin yang ada dalam kandungan.