Semua Artikel

Mengenal Peran & Fungsi Hormon FSH (Follicle Stimulating Hormone)

Admin
14 Aug 2024
Share Facebook Twitter WhatsApp
Mengenal Peran &  Fungsi Hormon FSH (Follicle Stimulating Hormone)

Dalam tubuh manusia, terdapat berbagai hormon yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan dan fungsi berbagai sistem organ. Salah satu hormon yang memiliki peran krusial, terutama dalam sistem reproduksi, adalah Follicle Stimulating Hormone (FSH). Mungkin Anda pernah mendengar istilah ini dalam konteks kesuburan atau kesehatan reproduksi, namun tahukah Anda bahwa hormon FSH adalah pilar utama dalam […]

Dalam tubuh manusia, terdapat berbagai hormon yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan dan fungsi berbagai sistem organ. Salah satu hormon yang memiliki peran krusial, terutama dalam sistem reproduksi, adalah Follicle Stimulating Hormone (FSH). Mungkin Anda pernah mendengar istilah ini dalam konteks kesuburan atau kesehatan reproduksi, namun tahukah Anda bahwa hormon FSH adalah pilar utama dalam proses yang begitu kompleks dan menakjubkan seperti pembentukan sel telur dan produksi sperma? Tanpa FSH, siklus menstruasi pada wanita dan proses spermatogenesis pada pria tidak akan berjalan sebagaimana mestinya.  

Hormon ini, yang diproduksi oleh kelenjar pituitari, bekerja tak kenal lelah mengatur pertumbuhan folikel di ovarium dan merangsang produksi sperma di testis. Lalu, bagaimana sebenarnya FSH bekerja? Apa saja fungsi detailnya dalam tubuh pria dan wanita? Dan apa implikasi dari kadar FSH yang tidak normal terhadap kesehatan reproduksi?   

Apa Itu FSH? 

FSH adalah singkatan dari Follicle Stimulating Hormone, sebuah hormon glikoprotein yang diproduksi oleh kelenjar pituitari anterior. Hormon ini berperan dalam regulasi fungsi gonad (ovarium pada wanita dan testis pada pria). FSH adalah salah satu dari dua hormon gonadotropin, yang lainnya adalah Luteinizing Hormone (LH). 

Baca juga: 6 Jenis Hormon Reproduksi yang Perlu Anda Tahu

Fungsi Hormon FSH Pada Wanita 

  1. Stimulasi Folikel Ovarium: Pada wanita, FSH adalah hormon yang merangsang perkembangan folikel di ovarium. Folikel adalah struktur yang mengandung sel telur (ovum) yang belum matang. Tanpa FSH, folikel tidak akan berkembang dan sel telur tidak akan matang, sehingga tidak terjadi ovulasi. 
  2. Produksi Estrogen: Selain itu, FSH juga merangsang sel-sel granulosa di folikel ovarium untuk memproduksi estrogen. Estrogen adalah hormon seks wanita yang penting untuk perkembangan karakteristik seksual sekunder dan regulasi siklus menstruasi. 
  3. Peran dalam Siklus Menstruasi: FSH adalah hormon yang memulai siklus menstruasi dengan merangsang pertumbuhan folikel selama fase folikular. Tingkat FSH yang meningkat menyebabkan folikel berkembang dan mempersiapkan tubuh untuk ovulasi. 
Hormon FSH

Sumber gambar: Freepik

Fungsi Hormon FSH Pada Pria 

  1. Produksi Sperma: Pada pria, FSH adalah hormon yang penting untuk spermatogenesis, yaitu proses produksi sperma di testis. FSH bekerja bersama dengan hormon LH untuk merangsang sel Sertoli di testis, yang mendukung perkembangan sperma. 
  2. Pemeliharaan Fungsi Testis: FSH juga berperan dalam pemeliharaan kesehatan dan fungsi testis secara keseluruhan. Tanpa FSH, produksi sperma akan menurun dan dapat menyebabkan infertilitas pada pria. 

Baca juga: Waspadai Dampak Kekurangan dan Kelebihan Hormon Testosteron pada Pria

Regulasi Hormon FSH 

Regulasi FSH dalam tubuh sangat kompleks dan melibatkan umpan balik dari hormon-hormon lain seperti estrogen, inhibin, dan gonadotropin-releasing hormone (GnRH). Kelenjar pituitari merespons sinyal dari hipotalamus yang mengeluarkan GnRH, yang kemudian merangsang produksi FSH. Tingkat FSH diatur oleh umpan balik negatif dari estrogen dan inhibin pada wanita, dan oleh inhibin dan testosteron pada pria. 

Kadar FSH dan Kesehatan Reproduksi 

  1. FSH Tinggi pada Wanita: Kadar FSH yang tinggi pada wanita dapat menunjukkan menopause, insufisiensi ovarium prematur, atau sindrom Turner. Ini biasanya terjadi ketika ovarium tidak merespons stimulasi FSH dengan baik, sehingga pituitari meningkatkan produksi FSH. 
  2. FSH Rendah pada Wanita: Kadar FSH yang rendah dapat mengindikasikan gangguan fungsi hipotalamus atau pituitari, seperti sindrom Kallmann atau hipopituitarisme. Kondisi ini dapat menyebabkan amenore atau anovulasi. 
  3. FSH Tinggi pada Pria: Kadar FSH yang tinggi pada pria dapat mengindikasikan kerusakan testis akibat infeksi, radiasi, atau kondisi genetik seperti sindrom Klinefelter. 
  4. FSH Rendah pada Pria: Kadar FSH yang rendah dapat mengindikasikan hipogonadisme hipogonadotropik, yang bisa disebabkan oleh gangguan fungsi hipotalamus atau pituitari. 

Baca juga: 6 Makanan Penambah Hormon Testosteron yang Wajib Anda Ketahui

Pemeriksaan Kadar FSH 

Pemeriksaan kadar FSH biasanya dilakukan melalui tes darah. Tes ini sering digunakan untuk mengevaluasi fungsi gonad dan mendiagnosis gangguan reproduksi. Pada wanita, tes FSH biasanya dilakukan pada hari ketiga siklus menstruasi untuk menilai fungsi ovarium. Pada pria, tes FSH digunakan untuk mengevaluasi produksi sperma. 


FSH adalah hormon yang sangat penting dalam sistem reproduksi manusia. Pada wanita, hormon FSH berperan dalam perkembangan folikel dan produksi estrogen, sedangkan pada pria, FSH penting untuk produksi sperma. Kadar FSH yang abnormal dapat mengindikasikan berbagai kondisi kesehatan yang mempengaruhi kesuburan. Pemahaman yang baik tentang fungsi dan peran hormon FSH adalah kunci untuk menjaga kesehatan reproduksi yang optimal. 

Untuk konsultasikan lebih dalam mengenai kesehatan sistem reproduksi, program kehamilan ataupun masalah infertilitas, Anda bisa konsultasikan dengan dokter-dokter kandungan profesional di Morula IVF Indonesia. Klinik fertilitas terbaik di Indonesia ini menawarkan konsultasi kandungan profesional dan komprehensif. Dengan pengalaman lebih dari 26 tahun, Morula IVF memiliki tim dokter spesialis kandungan yang berdedikasi untuk membantu pasangan untuk memiliki buah hati yang sehat. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi atau telusuri website resmi Morula IVF untuk menyampaikan pertanyaan maupun konsultasi. 

Referensi: 

  • Melmed, S., Polonsky, K. S., Larsen, P. R., & Kronenberg, H. M. (2011). Williams Textbook of Endocrinology (12th ed.). Saunders. 
  • Fritz, M. A., & Speroff, L. (2010). Clinical Gynecologic Endocrinology and Infertility (8th ed.). Lippincott Williams & Wilkins. 
  • Hall, J. E. (2015). Guyton and Hall Textbook of Medical Physiology (13th ed.). Elsevier. 

Sumber gambar: Freepik

Share Facebook Twitter WhatsApp

Artikel Terkait

Kesehatan Penyakit Harlequin Ichthyosis: Mengenal Kondisi Kulit Langka dan Tantangan yang Dihadapi Penderitanya

Penyakit Harlequin Ichthyosis: Mengenal Kondisi Kulit Langka dan Tantangan yang Dihadapi Penderitanya

Hamzah
12 Dec 2025

Penyakit Harlequin Ichthyosis adalah kondisi kulit genetik yang sangat langka dan serius, yang ditandai dengan penebalan kulit di seluruh tubuh yang membentuk lapisan keras dan bersisik. Bagi para orang tua…

Selengkapnya
Kesehatan Oksitosin: Hormon Cinta dan Perannya dalam Tubuh

Oksitosin: Hormon Cinta dan Perannya dalam Tubuh

Hamzah
09 Dec 2025

Oksitosin sering disebut sebagai “hormon cinta” karena perannya dalam ikatan emosional dan interaksi sosial. Namun, hormon ini memiliki fungsi lebih dari sekadar memengaruhi perasaan. Oksitosin adalah hormon penting yang membantu…

Selengkapnya
Kesehatan Simak 5 Cara Melancarkan Haid Secara Lengkap di Sini

Simak 5 Cara Melancarkan Haid Secara Lengkap di Sini

Admin
07 Dec 2025

Permasalahan seputar haid yang tidak teratur selain membuat wanita merasa tidak nyaman, hal ini juga akan menimbulkan permasalahan baru bagi kesehatan seperti halnya tubuh pegal-pegal dan lain sebagainya. Hal tersebut…

Selengkapnya