jumlah sperma sedikit dan cara mengatasinya

Memiliki masalah dengan jumlah sperma yang terlalu sedikit? Bisa jadi Anda mengalami oligospermia. Oligospermia adalah suatu kondisi dimana sperma yang keluar saat ejakulasi terlalu sedikit. Hal ini biasanya menjadi penyebab utama ketidaksuburan bagi seorang pria. Oleh sebab itulah, oligospermia harus segera ditangani dengan tepat.

Sebenarnya tidak semua pria yang mengeluarkan sperma sedikit bisa dikatakan mengalami oligospermia. Seseorang bisa dikatakan mengalami oligospermia jika jumlah sperma kurang dari 15 juta per 1 ml air mani. Jika mengalami hal semacam ini, maka kesempatan bagi pria tersebut untuk memiliki keturunan akan menjadi menurun.

Perlu diketahui juga, oligospermia memiliki tingkat keparahan yang berbeda-beda. Semakin tingkat keparahan oligospermia yang diderita maka akan semakin kecil peluang pria tersebut memiliki anak dan begitu pula sebaliknya. Berikut ini derajat-derajat oligospermia yang perlu Anda ketahui.

  • Oligospermia ringan, jika jumlah sperma 10 – 15 juta per ml
  • Oligospermia sedang, jika jumlah sperma 5 – 10 juta per ml
  • Oligospermia berat, jika jumlah sperma 0 – 5 juta per ml

Faktor-faktor yang Menyebabkan Oligospermia

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab oligospermia, diantaranya seperti faktor medis, faktor lingkungan dan faktor gaya hidup. Untuk lebih jelasnya tentang berbagai faktor penyebab tersebut, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Faktor Medis

Ada beberapa faktor medis yang bisa menyebabkan oligospermia, antara lain:

  • Varikokel atau pembesaran pembuluh darah vena dalam kantong zakar. Kondisi ini berpengaruh terhadap kontrol suhu testis sehingga ketika suhu testis meningkat maka kualitas dan jumlah sperma akan menjadi menurun
  • Ada masalah dengan ereksi atau ejakulasi retrograde. Ini merupakan kondisi ketika air mani justru masuk ke dalam kantong kemih dan bukan keluar ke penis saat ejakulasi
  • Infeksi menular seksual seperti gonore dan HIV
  • Adanya tumor, baik tumor jinak maupun ganas. Kondisi ini bisa berpengaruh terhadap hormon yang mengatur produksi sperma yang membuat jumlah sperma menjadi sedikit
  • Mengalami kelainan genetic seperti sindrom klinefelter, fibrosis, kistik, sindrom kallmann dan juga sindrom kartagener
  • Penggunaan obat-obatan seperti terapi testosterone, penggunaan steroid anabolik, kemoterapi dan berbagai obat antijamur dan antibiotik
  • Efek pasca operasi vasektomi, hernia inguinalis, operasi prostat, skrotum dan testis
  • Adanya kondisi medis lainnya seperti ketidakseimbangan hormone, penyakit celiac, gangguan kromosom, dan cacat pada tubulus

Faktor Lingkungan

Ada beberapa faktor lingkungan yang juga bisa menyebabkan oligospermia yang perlu diwaspadai, antara lain:

  • Paparan logam berat dan bahan kimia industri, seperti benzene, toluene, xilena, pestisida, pelarut organic, dan herbisida
  • Adanya paparan radiasi atau pemeriksaan x-ray yang kadarnya cukup tinggi

Faktor Gaya Hidup

Gaya hidup yang tidak baik juga bisa menjadi penyebab oligospermia pada pria. Beberapa diantaranya adalah:

  • Penggunaan NAPZA seperti kokain dan ganja
  • Kebiasaan merokok
  • Sering mengkonsumsi alkohol secara berlebih
  • Mengalami stress emosional dan depresi berkepanjangan
  • Penggunaan sauna atau mandi air panas yang terlalu lama
  • Mengalami obesitas atau kelebihan berat badan
  • Duduk terlalu lama, sering menggunakan pakaian ketat dan bekerja sambil memangku laptop. Ketiga kebiasaan ini bisa meningkatkan suhu pada skrotum sehingga dapat menyebabkan oligospermia.

Baca juga: Begini Cara Meningkatkan Kualitas Sperma Agar Cepat Hamil

Cara Mengatasi Oligospermia

Oligospermia harus ditangani dengan tepat agar tidak meningkat ke derajat yang lebih serius. Jika dilakukan tindakan dengan tepat, istri dengan suami oligospermia berhasil hamil bukan tidak mungkin akan terjadi. Cara mengatasi oligospermia tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Tujuan dari cara pengobatan ini adalah untuk meningkatkan jumlah dan kualitas sperma sehingga membuat peluang memiliki keturunan akan lebih besar.

Di bawah ini beberapa jenis pengobatan oligospermia yang perlu Anda ketahui.

1. Penanganan Masalah Seksual

Oligospermia disebabkan oleh disfungsi seksual seperti disfungsi ereksi dan ejakulasi dini. Kondisi ini bisa diatasi dengan cara pengobatan, konseling maupun kombinasi dari kedua langkah tersebut.

2. Penanganan Infeksi

Cara mengatasi oligospermia yang selanjutnya adalah dengan mengatasi masalah infeksi pada saluran reproduksi yang menyebabkan oligospermia tersebut. Akan tetapi perlu dipahami bahwa penggunaan antibiotik berlebih justru bisa menyebabkan hypospermia. 

Hal ini membuat jumlah sperma menjadi lebih banyak sehingga peluang untuk mendapatkan keturunan akan semakin besar. Meskipun demikian, antibiotik tidak bisa meningkatkan kesuburan jika kerusakan yang disebabkan oleh infeksi sudah permanen.

3. Konsumsi Obat-obatan dan Terapi Hormon

Pemberian obat-obatan dan terapi hormon juga bisa dilakukan dokter untuk mengatasi masalah oligospermia. Cara ini bisa dilakukan jika penyebab oligozoospermia adalah karena ketidakseimbangan kadar hormone pada tubuh pria. Pemberian obat-obatan ini bertujuan untuk menyeimbangkan hormon sehingga produksi sperma bisa  lebih meningkat.

Baca juga: Manfaat Buah Alpukat untuk Kesuburan Pria yang Jarang Diketahui

4. Tindakan Operasi

Cara terakhir untuk mengatasi masalah oligospermia adalah dengan melakukan tindakan operasi. Tindakan ini bisa dilakukan jika penyebab oligospermia adalah adanya varikokel atau kebuntuan saluran yang dilewati sperma. Jika kadar sperma pada pria terlalu rendah, maka pengambilan sperma untuk melakukan inseminasi buatan bisa dilakukan dengan tindakan operasi.

Tips Memperbesar Peluang Pembuahan untuk Penderita Oligospermia

Penderita oligospermia masih memiliki peluang untuk memiliki keturunan. Di samping dengan mengkonsumsi obat oligospermia di apotik untuk meningkatkan jumlah sperma, ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk memperbesar peluang kehamilan. 

Rutin melakukan seks

Untuk meningkatkan peluang kehamilan, penderita oligospermia bisa merutinkan aktivitas seks dengan pasangan setiap hari atau 2 hari sekali. Anda juga bisa menjadwalkan kegiatan seks sesuai dengan tanggal kesuburan istri. Semakin sering melakukan hubungan seks, maka peluang untuk terjadinya kehamilan juga semakin besar. 

Cara ini bisa anda lakukan jika dokter belum mendiagnosis menemukan necrozoospermia. Necrozoospermia adalah istilah medis yang menggambarkan saat sperma mati sehingga tidak akan bisa membuahi sel telur.

Menjalani pola hidup sehat

Tips untuk memperbesar peluang kehamilannya lainnya bagi penderita oligospermia adalah dengan menjalani pola hidup sehat. Caranya yaitu dengan memenuhi asupan gizi seimbang, berolahraga secara teratur, kurangi minuman beralkohol dan berhenti merokok. Memulai pola hidup sehat ini penting anda lakukan jika telah memiliki ciri-ciri oligospermia.

Baca juga: Ini Jenis Infertilitas yang Harus Anda Pahami Lebih Dalam

Konsumsi suplemen alami

Beberapa jenis suplemen alami seperti gingseng, asam folat dan jinten hitam dipercaya mampu meningkatkan kualitas dan jumlah sperma. Dengan mengonsumsi suplemen ini maka peluang untuk terjadinya kehamilan menjadi lebih besar. Jika dikonsumsi secara rutin, bukan tidak mungkin oligospermia akan sembuh. Akan tetapi, pastikan tetap melakukan konsultasi dengan dokter agar lebih aman.

Penderita oligospermia memang membuat peluang memiliki keturunan menjadi menurun. Akan tetapi dengan program hamil oligospermia yang dilakukan dengan benar, bukan tidak mungkin kehamilan bisa saja terjadi. Jadi jangan putus asa terlebih dahulu, segera lakukan pemeriksaan agar kondisi ini dapat diatasi dengan tepat.

Bagi seorang pria, penting untuk memahami tanda-tanda dan perbedaan azoospermia dan oligospermia. Maka dari itu bagi pasangan yang telah lama berusaha memiliki anak namun tidak kunjung berhasil, ada baiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter karena bisa jadi anda mengalami oligospermia yang harus segera ditangani agar tidak menjadi lebih parah.

Itulah ulasan penting seputar oligospermia yang perlu Anda ketahui. Bagi seorang pria, sangat penting untuk menjaga kesuburan dan kualitas sperma. Usahakan untuk menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan oligospermia agar mudah memiliki keturunan. Perlu dicatat bahwa oligospermia adalah masalah kesuburan yang bisa disembuhkan, sehingga Anda masih tetap memiliki peluang untuk mempunyai keturunan jika ditangani dengan tepat.